Peran Potensial Informasi Strategis Dalam Memberikan Keuntungan Bagi Perusahaan

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

 

Image

 

peran potensial informasi strategis dalam memberikan keuntungan bagi perusahaan

 

 

NAMA      : Indriani Pratiwi

NPM          : 43211623

KELAS      : 3DA01

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

 

Pendahuluan

  • Pengertian

Sistem Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan membantu dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi dalam hal adalah tujuan.Sistem Informasi dapat mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan secara keseluruhan sehingga dapat membantu perusahaan dalam persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya.

Dalam beberapa dekade belakangan ini dengan kemajuan TI, para pelaku bisnis di bidang media masa khususnya elektronik banyak mengalami perubahan. Efisiensi dan efektivitas kerja sangat dirasakan pengaruhnya terutama perangkat editor audio dan video berbasis komputer menggantikan mesin analog. Dengan harga memori yang cenderung menurun dan kecepatan komputer terus meningkat disertai oleh kapasitas penyimpanan data semakin besar serta ditemukannya teknologi kompresi file audio dan video yang semakin baik, maka TI sangat feasible dan reliable untuk diimplementasikan.

Sistem Informasi dapat dipandang secara strategis yaitu sebagai :

* Jaringan kompetitif vital (pembaharuan organisasi).

* Investasi dalam hal teknologi untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.

Peranan Strategis Sistem Informasi :

* Penggunaan teknologi informasi untuk menghasilkan produk, layanan.
* Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitifnya.
* Membantu perusahaan dalam menghadapi pasar global.

Sistem Informasi Strategis (Strategisc Information Systems)

* Sistem Informasi yang mendukung atau membentuk posisi kompetitif dan strategis bagi suatu perusahaan.
* Suatu perusahaan dapat bertahan dan sukses alam jangka panjang jika ia mampu mengembangkan strategi dalam menghadapi lima macam kekuatan kompetitif yang membentuk struktur kompetisi di dalam industrinya.

Lima macam kekuatan kompetitif (Analisis Porter) :

  Daya tawar pelanggan :

* Daya tawar pemasok

* Daya rival kompetitor

* Ancaman pendatang baru

* Ancaman substitusi

Peran strategis Sistem Informasi

Contoh Penggunaan Sistem Informasi (Teknologi Informasi) untuk menerapkan strategi kompetitif :

– Biaya rendah :

  * Sentralisasi dalam pembelian

  * Pengawasan yang lebih efektif

– Menciptakan perbedaan :

  * Analisis kebutuhan pelanggan berbasis komputer

  * Customer online shipment tracking

– Inovasi :

* Customer order entry

* Online package tracking

– Mendorong pertumbuhan :

* Jaringan telekomunikasi global

* POS inventroy tracking

* Meningkatkan kualitas dan efisiensi

Manfaat strategis penggunaan TI :

– Meningkatkan operasi bisnis

– Mempromosikan inovasi bisnis

– Mempertahankan pelanggan dan pemasok

– Membentuk biaya pengganti (Switching cost)

– Membentuk tembok penghalang bagi pendatang baru

– Membangun suatu ‘platform” TI strategis

– Mengmbangkan basis informasi strategis

  • Pengaruh Strategi Perusahaan dengan Adanya Sistem Informasi.

Ada dua macam pengaruh penerapan Sistem Informasi Strategis :

  1. pengaruh bersaing.
  2. pengaruh industri.

Pengaruh bersaing adalah pengaruh yang secara langsung berdampak pada kemampuan pesaing (dapat menciptakan aliansi dengan pelanggan).

Pengaruh Industri adalah pengaruh yang secara permanen mempengaruhi sifat bisnis pada industri tertentu.

Penerapan Sistem informasi dikatakan strategis jika tujuannya memenuhi kriteria berikut ini :

1.       Mencapai posisi kepemimpinan biaya yang rendah.

2.       Menyediakan diferensiasi produk/jasa dan nilai bagi konsumen yang lebih besar

3.       Menciptakan aliansi antara perusahaan dan pemasok dan pelanggannya, sehingga mengurangi biaya untuk pemasok dan menyediakan dukungan khusus bagi pelanggannya.

4.       Mempertinggi nilai suatu produk / jasa dengan menyediakan tampilan atau dukungan      yang inovatif.

5.       Memungkinkan pertumbuhan pada pasar yang ada secara geografis atau ekspansi volume.

6.       Membantu mengenalkan suatu produk ke pasar.

Ancaman tekanan kompetitif  yang dihadapi perusahaan dengan  mengimplementasikan strategi :

ü  Strategi Kepemimpinan dalam  biaya.  Menjadi produsen produk dan jasa  yang berbiaya rendah dalam industri. Selain itu perlu itemukan berbagai cara untuk membantu para pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya peasingnya.

ü  Strategi Diferensiasi. Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi keunggulan diferensiasi para pesainnya.  Al ini dapat memungkinkan perusahaan dapat berfokus pada produk atau jasa agar  mendapatkan keunggulan dalam segmen atau ceruk tertentu suatu pasar.

ü  Strategi Inovasi.  Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis hal ini dapat melibatkan pengembangan berbagai produk dan jasa yang uni, atau masuk ke dalam pasar atau ceruk  pasar yang unik.  Hal ini juga dapat melibatkan pelaksanaan  perubahan yang radikal atas proses bisnis dalam memproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda dari cara bisnis yang dilakukan, hingga dapat mengubah struktur dasar industri.

ü  Strategi  Pertumbuhan.  Secara signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi dengan produk dan jasa yang berhubungan.

ü  Strategi Persekutuan.  Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan,  pemasok, pesaing,  konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya.  Hubungan ini meliputi merger, akuisisi, joint venture, membentuk perusahaan virtual, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya.

Suatu perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif  melalui penggunaan sumber daya virtualnya.  Di dalam bidang sistem informasi keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi  untuk mendapat pengungkitan (leverage) di dalam pasar. 

  • Pengelolaan Sistem Informasi yang Dapat Digunakan untuk Keunggulan Kompetitif.

1.       Competitive Forces Model (Model kekuatan kompetitif)

Digunakan untuk menjelaskan interaksi pengaruh-pengaruh eksternal, khususnya ancaman dan kesempatan, yang mempengaruhi strategi suatu organisasi dan kemampuan untuk bersaing.

 Empat Strategi dasar persaingan :

1.  Diferensiasi produk : Perusahaan dapat mengembangkan kesetiaan merek dengan menciptakan produk dan jasa unik yang dapat dibedakan.

2.  Diferensiasi fokus : Perusahaan dapat menciptakan ceruk pasar baru dengan mengidentifikasikan targer khusus (lebih sempit) untuk produk / jasa.

3.  Mengembangkan keterkaitan yang ketat dengan konsumen dan pemasok.  Perusahaan menciptakan ikatan dengan pelanggan dan pemasok untuk masuk ke produk yang dijual.

4.  Dengan menjadikan produsen yang berbiaya rendah. Mencegah pesaing baru memasuki pasar mereka.

2.       Value Chain (Rantai Nilai)

Memfokuskan pada kegiatan utama atau pendukung yang menambah margin nilai bagi produk atau jasa perusahaan, dalam mencapai keunggulan kompetitif.

Model rantai nilai ini memandang kegiatan-kegiatan sebagai suatu rangkaian atau rantai dari kegiatan-kegiatan dasar yang menambah margin nilai terhadap suatu produk/jasa perusahaan.

  • Dampak Sistem Informasi Strategis Bagi Manajer dan Organisasi.

Sistem informasi bagi manajer sangatlah penting baik untuk perusahaan kecil maupun besar. Manajer harus mengidentifikasi jenis- jenis sistem yang dapat dijadikan sebagai keunggulan strategis bagi organisasinya.

Namun sampai saat ini sistem informasi baru memainkan peran yang teramat sedikit di bidang produksi, distribusi dan penjualan produk maupun jasa. Peningkatan produktivitas terhadap proses informasi menjadikannya sedikit berbeda dalam produktivitas perusahaan. 

 

Kesimpulan

Bahwasannya manajemen sumber informasi sangat memberikan peranan penting bagi perusahaan. Terutama peranan potensial informasi strategis dalam menjalankan perencanaan strategisnya jika dilaksanakan dengan baik, tentunya akan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan tersebut. Sehingga mudah cepat berkembang pula perusahaan yang telah memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan. Dan tidak lupa berhati-hati juga dalam menangkap sumber informasinya, agar tidak menimbulkan sumber yang tidak akurat dari informasi lainnya.

Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi, ini merupakan pemecahan yang dapatdiimplemestasikan dengan cepat, namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. Sutu contoh perubahan yang mendasar ini adalahbahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan. Pada bagian dibawah ini, kita akan membahas dua strategi tersebut.

Manager harus berinisiatifmengidentifikasi jenis sistem  yang dapat dijadikan sebagai keunggulan strategis bagi organisasinya.Walaupun beberapa industri sudah melangkah maju namun sebagian besar masih tertinggal.Alasannya masih cukup sederhana yakni teknologi informasi yang ada tidak layak diterapkan ke perusahaan.

 

Daftar Pustaka

http://raisarays.blogspot.com/2011/01/manajemen-sumber-informasi-tgs-pribadi.html

http://agenkzz.blogspot.com/2010/11/sistem-informasi-strategis-resume-pti.html

http://manajemen-sistem.blogspot.com/2011/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

http://raisarays.blogspot.com/2011/01/manajemen-sumber-informasi-tgs-pribadi.html

 

2 responses to “Peran Potensial Informasi Strategis Dalam Memberikan Keuntungan Bagi Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s